My Goal Setting saya ingin melakukan pembelajaran yang efisien dan efektif untuk mengejar nilai A atau sempurna.
Dalam pembelajaran ini saya harus membuat jadewal tertentu agar tujuan nilai atau target saya bisa saya capai dengan baik.
My Goal Setting saya ingin melakukan pembelajaran yang efisien dan efektif untuk mengejar nilai A atau sempurna.
Dalam pembelajaran ini saya harus membuat jadewal tertentu agar tujuan nilai atau target saya bisa saya capai dengan baik.
Dalam kesempatan ini saya ingin melakukan pembelajaran benar dalam 2 minggu ke depan, saat menghadapi UAS semester 1 yang saya lakukan hanya bermain dan belum mencapai target saya belajar.
Pembelajaran efektif dan efisien yang saya akan lakukan dalam 2 minggu ke depan untuk mendapatkan nilai bagus di smua mata kuliah saya.
Apabila kita sudah membaca di antara nya kita memiliki pemikiran bahwa kita smua ingin menjadi pemenang dan si kalah. Kalah sebagai pecundang telah membuat kita menjadi rendah.
Perbedaan si menang dan si kalah antaranya bahwa si menang membuat komitmen sedangkan si kalah membuat janji-janji yang tidak tahu kapan dia menepati janji itu.
Komitmen yang dibangun oleh seorang pemenang jelas dapat dibuktikan kebenarannya sedangkan si kalah hanya membuat janji saja yang tidak kita ketahui tujuan dari janji itu.
Jelas perbedaan antara si pemenang dan si kalah sangat berbeda apabila seorang pemenang mengatakan hal itu harus terjadi tetapi si kalah hanya membiarkan hal itu terjadi begitu saja.
Inti dari si kalan dan si menang adalah bahwa pemenang dapat menunjukkan segala sesuatu dengan fakta tetapi si kalah hanya fiktif misalnya seperti mengobral janji saja. Anda pasti ingin menjadi pemenang tetapi apakah kalian sudah bisa menunjukkan sifat kalian sebagai pemenang?
Satu dari kisah Viktor Frankl yang menginspirasi saya adalah ketika beliau ditahan oleh tentara nazi dan harus terpisah oleh istrinya, dan beliau dipaksa untuk masuk kedalam kamp konsentrasi yang disebut kamp kejiwaan sehingga mampu menyebabkan orang menjadi gila, sinting atau apapun namanya. Dan ia tidak sempat bertemu istrinya ketika ia di dalam penjara.
Dari kisah ini pengharapan membuat manusia mampu menikmati hidup. Pengharapan mampu menciptakan keinginan untuk menjalankan hidup yang tragis ini. Pengharapan mampu meyakinkan manusia untuk melanjutkan kehidupannya. Karena dari pengharapan itulah, kita akan memiliki tujuan hidup.
Karena itulah kita harus memiliki harapan didalam kehidupan kita. Yang secara realistis harapan dapat diintepretasikan dengan cita-cita.Kita haruslah mengukir kehidupan kita dengan adanya suatu prestasi. Maksudnya adalah kita haruslah mencapai cita-cita kita, mencapai tujuan kita, mencapai harapan kita. Itulah alasan mengapa bagi Viktor Frank ,kmatian bukanlah hal yang tragis dan kita bisa belajar dari kisa Viktor Frank.
Seorang anak tak pernah punya rumah. Yang dimilikinya Cuma beberapa lembar pakaian usang dan kumal yang dibawanya ke mana-mana di dalam tas kertasnya. Dia selalu hidup dalam keterasingan dan ketakutan. Dia tak tahu apa yang diharapkan dari dirinya dan apa yang bisa dia harapkan dari lingkungannya. Dia sudah berhasil diselamatkan dari cengkeraman ibu kandungnya yang selalu menyiksanya selama bertahun-tahun, tetapi rentetan bahaya yang lebih nyata dan yang harus dihadapinya belum selesai-bahkan baru akan dimulai. Dia tak punya tempat yang bisa dirasanya sebagai rumah. Dia mendambakan cinta dalam keluarga. namun Ia tetap besyukur dgn apa yang dimilikinya. tak pernah menyerah meskipun hidupnya selalu dipenuhi kekusahan, siksaan dari ibu kandungnya sendiri
TERSENYUM DLM KESEDIHAN, HARAPAN DLM PENDERITAAN, MEMILIKI DLM KEHILANGAN, KEKUATAN DLM KETIDAKBERDAYAAN. Inilah kisah orang yang mensyukuri hidupnya.
Pada film ini saya dapat mengambil kesimpulan bahwa setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda. Tidak smua nya memiliki kelebihan pasti ada kekurangan nya. Tidak smua orang bodoh tidak memiliki kelebihan. Seperti pada film ini orang bodoh lah yang memerintah orang pintar. Orang pintar smua nya bekerja pada orang bodoh. Sehingga orang bodoh ini menjadi bos para orang pintar untuk memerintah smua nya sehingga bisnis orang bodoh ini menjadi maju sekali. Di sini juga kita mendapatkan suatu nilai bahwa tidak smua orang bodoh tidak dapat berbisnis atau melakukan sesuatu yang dilakukan orang pintar. Tetapi semuanya harus dilaksanakan dengan niat yang sungguh-sungguh.
Pada pertemuan 5 ini saya melihat bahwa kerja kkeras seseorang harus terus diperjuangkan. Seperti orang yang membawa karung batu atau barang berat dan dia selalu berpikir bahwa dia harus melaksanakan tugas itu dengan baik sehingga ia dapat menjadikaya suatu saat nanti. Sebaiknya kita harus bekerja keras dalam memlakukan sesuatu yang baik. Dan percayalah bahwa bila kita bekerja keras kita dapat menghasilkan sesuatu yang berharga nantinya sebelum penyesalan akan datang.
Video ini menceritakan tentang pemberian sesuatu yang berharga pada guru. Seorang murid memberikan surat pada guru nya.. Di surat itu dituliskan pujian dia kepada gurunya karena telah mengajarkan dia banyak hal sehingga dia sukses. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa dan pantas untuk mendapatkan penghargaan seperti itu. Di dalam kehidupan ini pasti kita harus saling menghargai apalagi kita memberikan sesuatu yang bernilai pada guru kita sebagai tanda bakti kita pada seorang guru yang telah memberikan kita pengetahuan.
Menurut saya dalam buku ini banyak nilai-nilai yang sangat penting.
Di antaranya adalah yang pertama adalah kerja keras tidak semuanya harus ditempuh dengan kerja keras tapi kita harus menemukan kesempatan untuk memulai kerja keras itu. Yang kedua adalah kita harus mengetahui perkembangan-perkembangan yang ada di masa depan sebagai contoh BillGates mencapai keberhasilan karena dia tahu apa yang dibutuhkan di masa depan yaitu “komputer”. Yang ketiga adalah jadi manusia tidak harus memiliki kepintaran IQ tapi harus memiliki kreativitas yang tinggi. Dan yang terakhir adalah kunci sukses adalah kesempatan kita untuk memanfaatkan informasi yang ada bukan hanya dari kerja keras saja.
Bila kita kesel pada orang kita tidak harus mengungkapkan kejelekan seseorang tersebut ke hadapan publik. Lebih baik kita berbicara baik-baik dengan orang itu. Agar kita dapat menemuka solusi bersama untuk memecahkan permasalahan itu. Belum tentu dengan kita mengungkapkan kesalahan orang di hadapan umum semua bisa selesai dengan begitu saja. Apalagi orang yang kita jelek-jelek an adalah orang yang lebih tua dari pada kita.